PALANGKA RAYA, EksposBorneo.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memfasilitasi dialog antara perwakilan Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) dengan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijono, di depan Istana Isen Mulang, Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut atas gelombang aksi demonstrasi masyarakat yang memprotes pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Dialog berlangsung setelah massa lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Demonstrasi itu merupakan rangkaian aksi yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut sebagai bentuk protes terhadap gangguan pasokan listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha, peternak, dan berbagai sektor lainnya.

Gubernur Perantarai Dialog Masyarakat dan PLN

Usai menyampaikan aspirasi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, massa bergerak menuju Istana Isen Mulang setelah memperoleh informasi bahwa Gubernur Kalimantan Tengah tengah mengadakan pertemuan dengan jajaran manajemen PLN UID Kalselteng. Menanggapi situasi tersebut, Agustiar Sabran bersama General Manager PLN UID Kalselteng menemui langsung para peserta aksi di depan gerbang Istana Isen Mulang.

Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai dampak yang mereka alami akibat pemadaman listrik bergilir. Mereka mengaku gangguan pasokan listrik telah menghambat aktivitas usaha, mengganggu pelayanan kepada masyarakat, hingga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar.

Koordinator aksi, Joseph, mengatakan masyarakat berharap dapat menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada manajemen PLN sehingga keluhan tersebut memperoleh perhatian serius.

“Kami ingin menyampaikan kerugian yang dialami masyarakat,” ujar Joseph.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh pemadaman listrik, termasuk pelaku UMKM, peternak ayam, pemilik rumah makan, hingga usaha lain yang bergantung pada pasokan listrik.

PLN Terima Aspirasi, Pemprov Kawal Solusi

Dalam beberapa aksi sebelumnya, massa membawa bangkai ayam sebagai simbol kerugian yang dialami peternak ayam modern akibat padamnya aliran listrik. Gangguan listrik menyebabkan sistem ventilasi kandang berhenti bekerja sehingga mengakibatkan ratusan ayam mati dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan kehadiran pemerintah daerah bertujuan menjembatani komunikasi antara masyarakat dan PLN agar seluruh aspirasi dapat disampaikan secara terbuka. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berharap dialog tersebut menjadi langkah awal dalam mencari penyelesaian atas persoalan kelistrikan yang tengah dihadapi masyarakat.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng bersama jajaran menerima seluruh masukan yang disampaikan peserta aksi. Pertemuan berlangsung secara terbuka dengan menghadirkan pemerintah daerah sebagai fasilitator komunikasi antara masyarakat dan perusahaan penyedia listrik tersebut.

Hingga dialog berakhir, PLN menyatakan akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Adapun penjelasan resmi mengenai hasil pembahasan serta langkah lanjutan penanganan gangguan kelistrikan dijadwalkan akan disampaikan oleh pihak PLN setelah proses evaluasi internal selesai dilakukan. (Sat)