EKSPOS BORNEO.COM, PALANGKA RAYA – Memperingati 67 tahun perjalanan dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Di tengah pesatnya perkembangan zaman digital dan kebijakan efisiensi anggaran, sektor pendidikan dituntut untuk tetap mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. 3/5/2026

Transformasi digital telah mengubah pola belajar mengajar secara signifikan. Pemanfaatan teknologi, platform pembelajaran daring, hingga kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan modern.

Namun di sisi lain, keterbatasan anggaran dan pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Pemerhati pendidikan Kalimantan Tengah menilai bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional bukan hanya seremoni, tetapi refleksi mendalam terhadap arah kebijakan pendidikan ke depan.

Pemerhati Pendidikan:

“Pendidikan hari ini tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Era digital menuntut guru, siswa, bahkan pemerintah untuk beradaptasi cepat. Efisiensi anggaran jangan sampai mengurangi kualitas pendidikan, justru harus mendorong inovasi yang lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar seorang pemerhati pendidikan di Palangka Raya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan karakter peserta didik tetap menjadi fondasi utama di tengah kemajuan teknologi.

“Teknologi hanya alat, tetapi adab, etika, dan karakter tetap menjadi pondasi utama dalam mencetak generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, dari sisi pemerintahan daerah, komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan disebut tetap menjadi prioritas meskipun menghadapi tantangan efisiensi fiskal.

Pemerintahan Daerah:

“Pemerintah daerah terus berupaya memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi hak masyarakat terhadap pendidikan, tetapi bagaimana anggaran digunakan lebih efektif, tepat guna, dan berdampak langsung bagi peserta didik,” ujar salah satu pejabat pemerintah daerah.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Di usia ke-67 ini, pendidikan Indonesia diharapkan semakin kuat menghadapi perubahan zaman, tetap adaptif terhadap teknologi, namun tidak kehilangan jati diri dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing tinggi.

(Sat) PT Multimedia Borneo Mandiri