PALANGKA RAYA, EksposBorneo – Dua Kerbau Albino Warnai Puncak Ritual Tiwah Kereng Bangkirai di Palangka Raya menjadi perhatian keluarga, tamu, dan umat Hindu Kaharingan yang mengikuti prosesi tabuh. Hewan kurban berwarna putih itu digunakan pada hari pertama dan hari kedua sebagai bagian dari ritual adat untuk mengantarkan tujuh leluhur menuju sandung.

Ketua Panitia Tiwah, Yepri Duga, mengatakan panitia menggunakan seekor kerbau albino jantan pada tabuh pertama. Selanjutnya, panitia kembali menggunakan seekor kerbau albino betina pada tabuh kedua.

“Pada tabuh pertama kami menyembelih tiga ekor kerbau. Kemudian pada tabuh kedua kami menyembelih empat ekor kerbau serta satu ekor babi,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Secara keseluruhan, keluarga menyediakan tujuh ekor kerbau sebagai hewan kurban selama pelaksanaan prosesi tabuh.

Dua Kerbau Albino Warnai Puncak Ritual Tiwah Kereng Bangkirai di Palangka Raya

Ritual Tiwah kali ini dilaksanakan untuk tujuh almarhum, yakni Marlin J. Matan, Luse Demen, Ngawang, Maliana, Ucue, Atie, dan Ajir Agan.

Sesuai tradisi Hindu Kaharingan, keluarga mengambil tulang-belulang para leluhur dari tempat pemakaman. Setelah itu, para basir atau balian memimpin ritual penyucian sebelum keluarga menempatkan tulang-belulang tersebut ke dalam sandung.

Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tiwah. Melalui berbagai tahapan ritual, umat Hindu Kaharingan meyakini roh para leluhur kembali menuju Lewu Tatau, tempat suci menurut kepercayaan Kaharingan.

Rangkaian Tiwah Berlangsung Hingga Akhir Juli

Tiwah merupakan ritual keagamaan tertinggi dalam ajaran Hindu Kaharingan. Oleh karena itu, keluarga penyelenggara menjalankan setiap tahapan sesuai ketentuan adat, termasuk mematuhi berbagai pantangan atau pemali selama prosesi berlangsung.

Rangkaian Tiwah Kereng Bangkirai dimulai pada minggu ketiga Mei 2026. Selanjutnya, keluarga melaksanakan berbagai tahapan ritual secara bertahap hingga dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2026.

Keberadaan dua kerbau albino menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian pada puncak prosesi. Namun demikian, makna utama Dua Kerbau Albino Warnai Puncak Ritual Tiwah Kereng Bangkirai di Palangka Raya tetap terletak pada penghormatan kepada leluhur serta pelestarian tradisi sakral Hindu Kaharingan yang terus dijaga oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. (Sat)