PALANGKA RAYA, EksposBorneo – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memulai pembangunan Huma Betang melalui prosesi peletakan batu pertama di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membangun rumah adat tersebut sebagai ikon budaya, pusat pelestarian adat Dayak, sekaligus destinasi wisata yang memperkuat identitas Bumi Tambun Bungai.
Pemerintah menargetkan pembangunan Huma Betang rampung dalam dua tahun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah 2026–2027 dengan total anggaran sekitar Rp132 miliar.
Agustiar Sabran menegaskan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik. Menurutnya, rumah adat itu mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi kebersamaan, persatuan, kesetaraan, toleransi, dan semangat gotong royong.
“Kita harus kompak agar tidak mudah dijajah. Hidup dalam satu rumah sesuai falsafah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk mengokohkan kebersamaan serta kesetaraan,” ujar Agustiar.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan sebagai modal utama membangun Kalimantan Tengah menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita harus merdeka dari kemiskinan dan merdeka dari kebodohan. Potensi daerah sangat besar sehingga jangan hanya menjadi penonton. Mari membangun bersama menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Huma Betang Jadi Pusat Budaya dan Destinasi Wisata
Agustiar menjelaskan Huma Betang akan menjadi simbol identitas masyarakat Dayak sekaligus tonggak pelestarian budaya. Selain berfungsi sebagai rumah adat, bangunan tersebut akan menjadi pusat pembelajaran budaya, lokasi kegiatan adat, serta ruang berkumpul berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, generasi muda harus mengenal sejarah dan budaya daerah agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi.
“Bangsa yang besar selalu menjaga budayanya. Karena itu, Huma Betang harus menjadi penyemangat bagi generasi penerus untuk terus melestarikan warisan leluhur,” katanya.
Keberadaan Huma Betang juga diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelaku usaha lokal di Kalimantan Tengah.
Dibangun Dua Tahun dengan Anggaran Rp132 Miliar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Gultom, mengatakan Huma Betang akan berdiri di atas lahan bekas Kantor Dinas Kehutanan di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya.
Ia menjelaskan bangunan utama memiliki luas lebih dari 4.000 meter persegi dan dirancang menjadi Huma Betang terbesar sebagai kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Pembangunan ini menggunakan dana murni APBD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 dan 2027 dengan total anggaran sekitar Rp132 miliar. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai dalam waktu dua tahun,” jelas Joni.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap Huma Betang menjadi ikon baru daerah yang memperkuat citra Kalimantan Tengah sebagai pusat kebudayaan Dayak. Selain itu, bangunan tersebut diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, memperluas peluang ekonomi masyarakat, dan menjadi warisan budaya yang membanggakan bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan