PALANGKA RAYA, EksposBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 6.158 transaksi QRIS melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Program tersebut juga mendorong 151 pelaku usaha menjadi merchant QRIS baru di Kalimantan Tengah.

Program QJI 2026 menjadi bagian dari upaya BI Kalteng memperluas penggunaan pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Selain itu, kegiatan tersebut memperkenalkan potensi UMKM kuliner lokal kepada masyarakat melalui aktivitas edukasi dan promosi digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan QJI 2026 tidak hanya menjadi kompetisi. Program tersebut juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat dan promosi UMKM kuliner lokal.

“Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta maupun masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran, memperluas penggunaan QRIS, serta memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah, Senin (10/8/2026).

QRIS Jelajah Kuliner Edukasi Masyarakat

Kegiatan QJI 2026 menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) 2026. Sebanyak 31 tim mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari influencer, mahasiswa, ASN, komunitas hingga masyarakat umum.

Sebelum menjalankan misi, para peserta mendapat pembekalan mengenai sistem pembayaran digital. Materi tersebut mencakup QRIS, QRIS TAP, QRIS Antarnegara, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, hingga pelindungan konsumen.

Selanjutnya, peserta turun langsung ke masyarakat selama kompetisi berlangsung. Mereka tidak hanya mengejar hasil perlombaan, tetapi juga menjalankan fungsi edukasi mengenai manfaat transaksi digital.

Hasilnya, sebanyak 390 masyarakat mendapat edukasi mengenai QRIS. Materi tersebut mencakup QRIS TAP dan QRIS Antarnegara. Kemudian, 379 orang mendapat pengalaman pertama menggunakan QRIS untuk bertransaksi.

Sementara itu, edukasi mengenai Cinta Bangga Paham Rupiah menjangkau 372 masyarakat. BI Kalteng juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi keuangan digital.

Melalui gerakan PeKA atau Peduli, Kenali, Adukan dengan tagline “Kalau Ragu, Stop Dulu”, sebanyak 352 masyarakat mendapat edukasi mengenai pelindungan konsumen. Kampanye tersebut mendorong masyarakat agar lebih waspada sebelum melakukan transaksi keuangan digital.

Dorong UMKM Kuliner Masuk Ekosistem Digital

Selain meningkatkan transaksi, QJI 2026 membuka peluang bagi pelaku UMKM kuliner untuk masuk ke ekosistem pembayaran digital. Peserta melakukan onboarding terhadap sejumlah merchant kuliner yang sebelumnya belum menggunakan QRIS.

Program tersebut juga mengangkat potensi kuliner lokal melalui promosi digital. Peserta memberikan ulasan mengenai UMKM kuliner dan membuat konten untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas.

Selama kegiatan, peserta menghasilkan 145 konten digital. Konten tersebut membantu mempromosikan UMKM sekaligus menyampaikan edukasi mengenai sistem pembayaran digital.

Program QJI 2026 juga mendapat dukungan dari PT Bank Kalteng, BRI, dan Bank Mandiri sebagai perbankan pendukung merchant kuliner. Kolaborasi tersebut memperkuat upaya memperluas penggunaan QRIS di sektor UMKM.

Dengan capaian 6.158 transaksi dan 151 merchant QRIS baru, BI Kalteng berharap program tersebut memberikan dampak berkelanjutan. Karena itu, capaian QJI 2026 tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari bertambahnya pelaku usaha dan masyarakat yang memahami pembayaran digital.

BI Kalteng juga mendorong agar ekosistem ekonomi digital terus berkembang secara inklusif dan aman. Dengan demikian, UMKM kuliner memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, dan mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. (Sat)