PALANGKA RAYA, Eksposborneo.Com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD dr. Doris Sylvanus (RSDDS) Provinsi Kalimantan Tengah mengunjungi Kriya Batik Benang Bintik Paramitha di Jalan Badak XXV, Kota Palangka Raya, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin organisasi sekaligus upaya memperkenalkan budaya lokal kepada seluruh anggota.

Ketua DWP RSDDS, Ida Suyuti Syamsul, memimpin langsung rombongan dalam kunjungan tersebut. Seluruh anggota DWP mengikuti kegiatan dengan antusias karena dapat melihat secara langsung proses pembuatan Batik Benang Bintik, salah satu identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah.

Kunjungan itu tidak hanya mempererat silaturahmi antaranggota, tetapi juga memperluas wawasan mengenai nilai budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi yang terkandung dalam kerajinan batik khas daerah.

DWP RSUD Doris Sylvanus Pelajari Proses Pembuatan Batik Benang Bintik

Selama berada di Kriya Batik Benang Bintik Paramitha, rombongan mengikuti penjelasan mengenai tahapan produksi batik. Para pengrajin memperlihatkan proses mulai dari penyusunan motif, pencantingan, pewarnaan, hingga tahap akhir penyelesaian kain batik.

Anggota DWP juga berdialog langsung dengan para perajin untuk memahami teknik membatik sekaligus mengetahui tantangan yang mereka hadapi dalam mempertahankan eksistensi Batik Benang Bintik di tengah perkembangan industri kreatif.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa proses pembuatan Batik Benang Bintik memerlukan ketelitian, kreativitas, dan kesabaran agar menghasilkan karya berkualitas.

Ketua DWP RSDDS Ida Suyuti Syamsul mengatakan kunjungan ini menjadi bentuk nyata dukungan organisasi terhadap pelestarian budaya daerah.

“Dari kunjungan ini, kami DWP RSDDS berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Kalimantan Tengah serta memperkenalkan produk kerajinan lokal kepada masyarakat. Selain memperkuat kebersamaan antaranggota,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan Batik Benang Bintik sebagai kebanggaan daerah. Menurutnya, dukungan terhadap produk lokal akan membantu para pelaku usaha kreatif meningkatkan kualitas sekaligus memperluas pasar.

Batik Benang Bintik Miliki Nilai Budaya dan Ekonomi

Batik Benang Bintik merupakan salah satu kain tradisional khas Kalimantan Tengah yang mengangkat motif-motif bernuansa budaya Dayak. Setiap motif memiliki filosofi yang menggambarkan kehidupan, alam, persatuan, hingga kearifan lokal masyarakat setempat.

Selain memiliki nilai budaya, Batik Benang Bintik juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah. Kehadiran para pengrajin turut membuka lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil.

Melalui kunjungan ini, DWP RSUD dr. Doris Sylvanus berharap para anggota semakin memahami pentingnya menjaga warisan budaya daerah dan ikut mempromosikan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain mengenalkan budaya daerah, kegiatan tersebut juga memperkuat kebersamaan antaranggota DWP RSUD dr. Doris Sylvanus. Organisasi berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut sehingga anggota memperoleh pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap potensi lokal Kalimantan Tengah.

DWP RSDDS menilai sinergi antara organisasi perempuan, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat perekonomian daerah.